Semarang, Kompas - Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri 18 Semarang sekaligus Wakil Ketua
KOMED , Mampuono (38), menyabet gelar juara pertama pada ajang The Microsoft Partners in Learning, Regional Innovative Teachers Competence 2008 di Hanoi, Vietnam, 11 April lalu. Dia mengungguli 22 peserta dari berbagai negara Asia Pasifik.
Peserta lainnya datang dari Kanada, Selandia Baru, Australia, India, Malaysia, Jepang, dan Korea. Lomba itu juga diikuti empat peserta lain yang mewakili Indonesia.
Menurut Mampuono, Minggu (27/4), lomba yang didukung Microsoft ini mencoba menilai kemampuan guru membuat aplikasi game education untuk kemajuan pendidikan dan peserta didik.
"Saya mengangkat aplikasi The Digital Narrative yang saya buat untuk mengajar Bahasa Inggris kepada para siswa," katanya.
Aplikasi yang dibuat Mampuono, guru Bahasa Inggris SMPN 18 ini, membuat dewan juri terkesan karena sangat komunikatif, mudah digunakan, juga mengangkat budaya lokal.
Keterangan penggunaan aplikasi dibawakan animasi orang memakai belangkon dan beskap, pakaian tradisional Jawa Tengah.
"Unsur kedaerahan ini merupakan nilai plus di mata juri," kata Mampuono. Dikemas dalam bentuk power point yang sederhana, program itu menyajikan materi belajar dengan menarik.
"Semula aplikasi tersebut hanya saya pakai untuk mengajar. Saya mendapat ide membuat program tersebut karena saat pelajaran reading dan story retelling cukup capek membacakan suatu bacaan panjang kepada siswa. Daripada begitu terus, saya menciptakan sebuah program yang efektif dan hemat tenaga, sekaligus menarik," kata Mampuono.
Mampuono telah menciptakan 10 program berbentuk game education dan aplikasi, antara lain Nadiva, Srikandi Cilik Sang Penolong, aplikasi mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Bahasa Inggris.
Memacu pendidik lainKini guru lulusan IKIP Semarang Jurusan Kimia dan Universitas Negeri Semarang Jurusan Bahasa Inggris ini menempuh pendidikan di Program Pascasarjana Jurusan Multimedia Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Dia tetap menjadi guru Bahasa Inggris di SMPN 18 Semarang dan dosen Bahasa Inggris di Udinus.
Menurut Rektor Udinus Semarang Edi Noersasongko, kemenangan Mampuono di tingkat Asia Pasifik ini akan memacu para pendidik lain di Indonesia untuk mengikuti jejak Mampuono.
"Pendidik yang menguasai teknologi merupakan nilai plus. Kemampuan ini bisa ditularkan kepada guru-guru lain maupun siswa sebagai peserta didik," kata Edi.
Edi mengingatkan, setiap hasil karya aplikasi atau program harus dipatenkan. "Adanya hak paten hasil karya ini juga bisa dijual dan meningkatkan pendapatan guru," kata Edi. (A08)